Berdebu
Berdebu.
Kayanya
blog gue udah mulai berdebu dan nggak cuma blog gue yang berdebu tapi, laptop
gue juga jarang banget gue sentuh karena satu dan lain hal, ya mager lah dan
alasan yang paling kuat adalah nggak punya kuota haha,klasik. Untungnya, gue gampang
dapet motivasi untuk melanjutkan blog ini so, karena liburan yang amat panjang
kemarin kayanya udah banyak banyak hal-hal yang terlewatkan untuk gue tuliskan
di blog ini. Sampai, gue bingung untuk menuliskan yang mana dulu.
Oke,lanjut.
Belakangan
ini, mungkin karena efek otak gue yang udah lama nggak dibuat untuk mikir gue
jadi merenungkan banyak hal. Mulai dari politik,agama,perkuliahan, masa
depan,keluarga bahkan hal pribadi gue. Yap, kali ini yang ingin gue bahas
adalah Kasus First Travel nya Anisa Hasibuan, eits, disini gue nggak akan
membahas kasusnya secara panjang lebar karena gue yakin udah banyak banget yang
tau dan lebih mengerti secara rinci gimana alur nya, secara hukum dan bla bla
bla. Intinya dia udah dipenjara dan kasus nya ini bisa jadi pembelajaran buat
banyak orang , nggak cuma sang pelaku tapi korbannya. Gue nggak habis pikir, kenapa bisa-bisanya
dia menipu sebegitu banyaknya jemaah , walaupun yaa gue nggak tau apakah
kekayaann yang dia punya itu 100% dari uang hasil menipunya dia atau bagaimana.
Bodo amatlah masalah hartanya yang berlimpah ruah dari mana. Tapi, apa iya
nggak ada rasa bersalah sedikitpun ketika dia diberi tanggung jawab untuk
memberangkatkan ribuan, oh, puluhan ribuan jemaah untuk BERIBADAH ke Tanah
suci. Dan yang paling bikin geli adalah ketika melihat kekayaannnya yang udah
kayak surga dunia. Rumah Milyaran, Hordeng Ratusan Juta, Tempat tidur udah
kayak di Film-film laga, gila juga sih bisa menghambur-hamburkan uang segitu
banyak, sedangkan dia nggak bisa amanat sama client nya. Yang gue pertanyakan
adalah, Dimana kah hati nurani lo, ketika kita diberi amanat namun kita
mengingkari dan seperti hal yang lumrah, biasa aja, nggak merasa bersalah?
Padahal untuk memuaskan diri sendiri aja mampu. Mungkin, mungkin yaa ini masalah
gengsi semata. Ketika kita sudah diberikan Tuhan derajat yang lebih tinggi
didunia, terkadang kita bahkan gue pun suka lupa sama sang pemberi rezeki
tersebut. Padahal, ada satu prinsip yang sangat sangat amat erat di pikiran gue
bahwa “Roda itu Berputar”. Kita nggak bakal tau, Tuhan akan mengangkat derajat
kita 1 jam kemudian, atau bahkan Tuhan akan mengambil lagi semua titipannya. Ya, titipan.Cuma titipan. Tapi, nggak cuma
Annisa Hasibuan, gue yakin banyak banget didunia ini Annisa Hasibuan lainnya
yang nggak kalah lebih parah. Nah, titipan Tuhan inilah yang seringkali disalahgunakan,
bahkan didewa-dewa kan . Gengsi manusia – manusia sekarang ini tinggi juga ya,
seperti nggak ada kata bersyukurnya, selalu ada aja yang kurang, kurang dan
kurang. Padahal , semua tinggal dinikmati didepan mata. Disuguhin
pengemis-pengemis gembel juga nggak akan mempan buat buka hati, karena yang
mereka lihat selalu ke atas, bisa lebih kaya dan kaya, bisa numpuk harta dan
harta. Life is so complicated when you can get anything that you want but, you
can’t be grateful at all.
Bersyukur.
Komentar
Posting Komentar