Im back.
Kembali.
Saya rasa kembali menggeluti hobi lama yang sudah tidak
begitu awam seperti mengasah pisau yang sudah mulai berkarat. Agak sulit, namun
masih bisa dilatih. Sudah lama ini saya tidak kembali bersama laptop butut ini
untuk bercengkerama ditemani secangkir kopi. Mungkin kicauan twitter lebih
menarik bagi saya, instastory selebgram yang lebih menyegarkan mata,
perdebatan-perdebatan mengenai politik yang tidak begitu penting, atau
kutipan-kutipan buku tere liye yang memotivasi namun hanya sekilas membaca
tidak memaknainya.
Padahal menulis sangat penting untuk mengasah pola pikir,
dan emosi secara bersamaan. Apa maksudnya? Perasaan yang tidak bisa diucapkan
melainkan hanya bisa diungkapkan lewat kata-kata menjadi lebih mudah dengan
pikiran yang terbuka. Namun, membaca saja saat ini bukan kegemaran seperti
dulu, bagaimana bisa menambah kosa-kata dalam merangkai kata. Paling-paling,
hanya gejolak amarah yang dirasa tanpa ilmu yang ujung-ujungnya hanya
menghasilkan tulisan penuh keluh kesah tak bertujuan.
Saya harap saya bisa kembali. Kembali banyak membaca,
kembali banyak menulis, dan kembali banyak merenungkan bahwa hidup ini tidak
hanya di visualisasikan semata. Agaknya menulis sangat mengasah pikiran saya
untuk berkembang dan cerdas dalam berbahasa.
Seperti sebuah kutipan, “Practice makes perfect” isn’t it?
Komentar
Posting Komentar