PILPRES 2019


“alahh, dasar kampret”
“belain sampe segitunya, dasar cebong!”

DUH. Nggak habis pikir kalau lagi scroll timeline twitter, setiap hari isinya ribut perkara pilpres. Teman bisa jadi musuh kalau beda pilihan, malah yang lebih kacau bakal dicoret dari kartu keluarga, “intinya lo harus satu pemikiran sama gue!” wait, wait.

Menuju 17 april 2019 nanti Indonesia akan memilih presiden barunya. Dan pastinya semua orang bakal excited, termasuk gue. Tapi yang gue heran adalah kalau lagi debat masalah presiden, nggak pernah kelar dan nggak ada yang mau ngalah. Semuanya ngotot-ngotot-an. Nggak peduli mau benar atau salah data yang dipake, yang penting capres gue menang.

Apalagi masalah cebong sama kampret ini. Yaps cebong itu sebutan buat pendukung fanatiknya Jokowi dan Kampret adalah sebutan buat pendukung fanatiknya Prabowo. Nah,semakin kesini gue scroll timeline twitter isinya world war 3 antara cebong sama kampret. Awalnya gue nggak ngerti kenapa harus sebegitunya bela-belain mereka. Ternyata ada banyak akun fake alias buzzer-buzzer buat ngompor-ngomporin mereka yang sebenernya biasa aja. Jahat banget nggak sih?Tapi namanya juga politik, kita nggak pernah tau didalemnya kayak gimana.

Dan ada satu hal lagi yang bikin gue muak dan gerah ngeliatnya, perang hashtag. IYAK. Orang Indonesia itu kenapa ya gemar banget bikin hashtag, suka banget kayanya jadi bahan perhatian, apalagi kalau udah jadi trending topic, puas mungkin mereka. Padahal kita nggak tahu efek dari hashtag itu seberapa besar dan bakal berpengaruh buat bangsa-nya sendiri.

Jadi penduduk twitter waktu itu sempet geger gara-gara tweet-annya mas CEO BukaLapak Achmad Zaky yang ngomongin soal dana RnD Indonesia yang di bawah banget dan kalah sama Negara-negara maju bahkan Negara tetangga kita, Singapura. Uhm, wait? Terus apa masalahnya? Nah, yang jadi masalahnya itu adalah kalimat terakhirnya yang dia bilang intinya “semoga presiden baru bisa lebih baik soal ini” . dan yaa kalian semua tau beberapa orang menanggapinya biasa aja, TAPI sebagian besar orang mempermasalahkan omongan mas ini. Gue sebagai netizen biasa yang Cuma scrall scoll aja  Cuma bisa menghela napas. Salah satu akun twitter akhirnya bikin thread lah soal masalah Presiden baru ini, dia bilang nggak menghargai presiden yang memang berkontribusi terhadap perusahaan start up ini, mengenai kesalahan data dsb. Sampai timbul-lah #UninstallBukaLapak.

Pfft.

Tanggepan gue akan hal ini, please orang Indonesia itu terlalu gampang ke-triggered. Gue yakin bukan Cuma kesalahan data yang dibahas, tapi perbedaan pilhan capres. Kita pun nggak tahu loh maksud dari presiden baru yang di tweet mas Achmad Zaky ini. Sampai akhirnya dia klarifikasi dan minta maaf langsung ke Pak Jokowi.  Orang capres-capresnya juga biasa aja kok, tapi pendukung-pendukungnya ini loh yang bermasalah.

Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah muncul lah #UnInstallJokowi, #ShutDownJokowi. Ck,ck,ck man man, Pak Jokowi aja nggak ngerti apa-apa la kok dia yang dibawa-bawa.

Makin kesini gue melihat perbedaan pilihan paslon ini bikin warga net makin nggak waras. Gue harap masyarakat Indonesia nggak gampang tersinggung dan mau berdiskusi dengan akal sehat dengan data yang akurat. Kalau salah? Ya monggo dikoreksi bareng. Nggak usah lah pakai hashtag-hashtag yang menjatuhkan kayak gitu. Segala macam cara dilakuin, caci maki sana sini, bikin akun fake terus ngajak warganet lainnya buat ujaran kebencian.

Gue sendiri pun bingung ketika menghadapi netizen-netizen sotoy kaya gini. Sekali lagi gue Cuma bisa menghela napas aja, dan berdoa semoga para cebong dan kampret ini diberi hidayah.

Di Negara demokrasi kaya gini, segala hal emang gampang banget buat diungkapin. Tapi saking bebasnya netizen-netizen yaa jadi nggak kekontrol. Gue harap  kita bisa bijak dalam bersosial media, terutama nggak gampang komen-komen status orang dan menjudge dengan seenaknya. Dan gue pun tahu banyak juga orang pinter lainnya yang mau berbagi informasi yang benar. Diskusi dengan kepala dingin tanpa melihat perbedaan itu tapi kita sama-sama mau Indonesia maju.Tapi gimana mau Indonesia maju kalau cara berpikir rakyatnya yang masih suka gontok-gontokkan perihal beda pilihan capres.

Intinya jangan golput, yuk kita bareng-bareng coblos capres pilihan kita 17 April nanti. Siapapun nanti yang jadi presiden-nya, semoga bisa megang amanahnya dan membawa Indonesai lebih baik lagi. Amin


Komentar

Postingan populer dari blog ini

REMAJA JAMAN SEKARANG

Ayo Mengajar Batch 2 bersama SDN Mekarwangi

Kenali Potensi, Wujudkan Mimpi!