KKN VS MAGANG


Tepat satu tahun yang lalu gue menjalani program KKN alias Kuliah Kerja Nyata. Tapi sebenarnya apakah KKN itu adalah sebuah gambaran dari dunia kerja? Terus gimana sama kampus yang nggak ngadain KKN, tapi diganti dengan PKL atau magang. Bukannya magang itu jauh lebih penting dalam mempersiapkan kita didunia kerja dibanding jadi babu proker?

Pada cerita kali ini gue akan membagikan pengalaman waktu gue KKN dan Magang, apa yang gue dapatkan dan seberapa besar impact nya untuk hidup gue sampai saat ini.

Akhir Semester 5 sebagian kampus di Indonesia, kita sebagai mahasiswa disiapkan untuk menjalani sebuah program untuk memberdayakan suatu daerah yang terpencil. Dalam waktu 1 bulan kita harus membuat banyak program kerja dan mengumpulkan dana. Tiga tahun kuliah yang kegiatannya cuma belajar di dalam kelas, sekarang kita di paksa untuk memberikan sumbangsih berupa pikiran, tenaga dan materi untuk desa yang nantinya akan kita tempati.

Di akhir semester 8 saat saat menjalani skripsi, gue bertekad untuk mendapatkan tempat magang. Karena pada saat semester 5 kemarin gue nggak sempet magang karena durasi yang nggak cocok sama waktu libur di kampus, belum nemu bidang yang sesuai lah, dan banyak lagi. Sampai pada akhirnya di akhir semester gue baru berkesempatan magang. Setelah interview dan lain sebagainya mulailah awal Januari kemarin program intern  gue dimulai.

Selama KKN dan Magang banyak hal positif yang gue dapatkan. Disini gue akan coba menjabarkan hal-hal positif itu. Here We Go ..

Memperluas relasi

KKN kemarin mempertemukan gue dan teman-teman dari perwakilan fakultas sekampus. Manusia-manusia yang awalnya gue nggak kenal sama sekali, dengan banyaknya latar belakang kita yang berbeda-beda. Gue sangat senang bisa disatukan dengan mereka untuk menjalani program kerja selama satu bulan ini di desa tercinta di salah satu daerah di Bogor. Magang pun begitu. Gue bertemu dengan manusia-manusia yang nggak gue kenal sama sekali. Kita dari kampus yang berbeda-beda, ada yang udah lulus dan ada yang baru semester 5. KKN dan Magang sama-sama memberikan teman dan rekan yang hebat-hebat, kita akan dipertemukan dengan mereka untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau program kerja. Dengan banyaknya kepala, memaksa gue untuk bisa berbaur dan beradaptasi.

Mempelajari Skill baru

Selain bertemu dengan orang-orang hebat tadi, hal kedua yang gue dapatkan adalah gue bisa mengasah skill yang gue punya dan mempelajari skill baru. Di tempat KKN gue lebih mengasah soft skill, sedangkan ditempat magang gue lebih mengasah hardskill. Cara berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang-orang di Desa untuk memperkenalkan program kerja adalah sebuah pelajaran berharga yang nggak akan gue dapatkan di KKN. Disini inter maupun intrapersonal gue bener-bener di uji.  Apalagi saat menurunkan ego dan rasa mengalah saat gue rapat dan adu argumen. di tempat magang pun begitu kita di tuntut untuk bisa kreatif dalam memecahkan masalah dan  inovatif dalam memberikan opini.

Skill yang gue dapatkan selama KKN dan Magang ada yang sama dan beda. Berikut ini adalah skill-skill yang gue dapatkan saat KKN tapi nggak gue dapatkan di tempat magang.

Basic survival skill

Jujur gue jarang banget masak dirumah, ya karena ada nyokap yang udah masakin. Nah, di tempat KKN inilah kita mau nggak mau harus bisa masak. Cewek maupun cowok harus bisa ngelakuin basic survival skills, paling nggak masak nasi, goreng tempe atau telor, atau masang gas. Hal-hal yang udah biasa dilakuin sama Ibu dirumah, disini mau nggak mau kita harus bisa ngandelin diri sendiri. Yang tadinya hidup serba enak, mau ngapa-ngapain udah ada, di tempat KKN kita nggak boleh manja dan berketergantungan dengan siapapun. Nyuci, nyapu, bersih-bersih, motong kayu buat bahan proker, udah harus menjadi kebiasaan kita untuk bertahan hidup.

Lebih menghargai alam

Bertempat disebuah daerah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, dikelilingi sawah dan rumput-rumput hijau, pohon-pohon yang rimbun membuat gue menjadi lebih aware sama lingkungan yang masih sangat sejuk dan asri. Untuk pergi kita harus tau waktu, mau kemanapun nggak boleh sembarangan ngomong, harus permisi atau kulonuwun. Yaa, kita sebagai orang baru yang meginjakkan  tanah orang pastinya harus sopan dan tau adat.

Budaya Sopan Santun

Sebenarnya budaya sopan-santun harus kita terapkan untuk siapapun dan dimana aja. Cuma, gue merasa di tempat KKN, ketika kita ngobrol sama warga kampung, para sesepuh dan pejabat-pejabat desa sopan-santun itu lebih kerasaa banget, beda aja ketika vibes nya itu nggak di desa. Ketika kita harus saling sapa walaupun kita nggak kenal sama mereka, apalagi untuk orang yang lebih tua, sekedar sapa “Bu/Pak..”, “Permisi”, akan membuat mereka merasa dihargai keberadaannya dan kita merasa diterima ditempat mereka. Kemudian budaya “jam malam” kita juga harus tau jam kalau kita lagi main, nggak boleh berisik dan yaa kalian tau kalau di desa abis Isya itu udah sepi banget, karena warganya kebanyakan udah pada istirahat.

jadi itulah tiga hal yang gue dapatkan selama KKN kemarin, selanjutnya hal positif yang gue dapatkan di tempat magang, Check it out ..

Management

Manajemen waktu itu sangat penting, ketika kita harus bisa tepat waktu saat datang ke kantor, tepat waktu ngerjain tugas, dan selalu ada kalau kita dibutuhin. Waktu datang pertama kali pun gue sampe harus ngeset jam kira-kira gue sampai jam berapa, supaya gue nggak ketinggalan busway gue harus berangkat jam berapa. Jadi, macet bukanlah suatu alesan.

Rasa Keingintahuan dan kemauan belajar yang tinggi

Setiap manusia tentunya memiliki keterbatasan, namun saat lo udah sampai di dunia kerja lo akan di uji seberapa tinggi rasa ingin tau lo, seberapa ingin lo belajar lebih jauh. Walaupun pekerjaan itu sekiranya memang bukan ranah lo atau tidak sesuai dengan apa yang lo pelajari selama di kampus, kita nggak boleh langsung nyerah dan bilang nggak bisa gitu aja. Kita harus bisa ngatasin itu semua dengan belajar dan belajar, bertanya dengan atasan, dan tentunya jangan pasif dan berani untuk mencoba.

Komunikasi dan Kerja Sama

Dua hal yang nggak bisa dipisahin ini juga sebenarnya gue pelajarin saat KKN. Karena kita nggak bekerja sendiri, tetapi didalam satu tim, yang mana ketika satu salah maka kita harus bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan itu bareng-bareng. Kita nggak boleh egois dan memaksakan ide-ide kita tanpa persetujuan dari tim, disini kita akan belajar bagaimana bekerja untuk banyak orang, bukan bekerja untuk memenuhi keinginan atau ego diri sendiri.

Problem Solving

Dalam dunia kerja atau ketika magang, cara kita memecahkan masalah juga penting. Bagaimana ketika kita dihadapkan oleh sesuatu yang diluar batas kemampuan kita, ketika kita dihadapkan oleh rasa buntu untuk berpikir, di sini memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif sangat dibutuhkan.

Nah, jadi itulah beberapa hal positif yang gue dapatkan selama ditempat magang dan KKN. Kalau misalnya ditanya lebih penting mana, menurut gue dua-duanya sangat penting karena memiliki pengalaman dan impact yang berbeda-beda. Mungkin yang bisa gue simpulkan adalah di tempat KKN kita diuji untuk mampu bertahan hidup dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda, dan di tempat magang gue belajar mengembangkan potensi dalam menghadapi sebuah masalah. So, magang maupun kkn adalah hal yang baik yang harus lo ikuti sebelum terjun di dunia kerja.

Gue sangat bersyukur bisa mendapatkan pengalaman dari keduanya. Walaupun dikampus lo tidak mengadakan KKN, mungkin lo bisa ikutan kegiatan sukarelawan secara mandiri, atau ketika kampus lo tidak mengadakan program PKL/magang lo bisa daftar secara mandiri juga. Jadi sebenarnya kita bisa aja kok mendapatkan pengalaman-pengalaman tersebut, selama kita memiliki keinginan yang tinggi dan mau belajar hal-hal baru.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

REMAJA JAMAN SEKARANG

Ayo Mengajar Batch 2 bersama SDN Mekarwangi

Kenali Potensi, Wujudkan Mimpi!