Nggak harus sama.
Makin dewasa, gue makin bisa melihat hidup ini sangat sangat luas. Lo nggak bisa hanya melihat dari satu perspektif aja, karena setiap manusia ditakdirkan mempunyai karakter dan pandangan yang berbeda-beda. Dulu , melihat fisik seseorang aja yang menurut gue bukan sesuatu yang lumrah , yang bisa gue anggap wajar dan normal selayaknya manusia , gue suka ngomong sendiri dalem hati, misalnya “kok, ini orang tinggi banget sih?”, “gendut banget”, “ihh, jerawatnya banyak”, “mukanya boros banget dah”, dan sebagainya yang mengarah ke fisik. Gila, kalo diinget-inget nggak sopan banget gue waktu itu bisa-bisanya menghina ciptaan Tuhan. Padahal, diri gue aja nggak sempurna. Walaupun yaa, nggak pernah gue ngomong langsung tapi,tetep aja itu bukan hal yang sopan. Selain ngomongin fisik orang, dulu gue juga masih bingung kalau berhadapan sama orang yang beda pendapat dan akhirnya jadi debat-debat nggak jelas padahal topiknya juga nggak penting-penting banget. Makin kesini gue makin sadar kalau cara ...